Minggu, 12 Mei 2019

Bad Bad Blue Light

Dapatkah Anda mengingat ketika Anda terbaring di daerah tidur atau di ruangan gelap mulai dari layar ponsel atau laptop Anda? Mungkin Anda punya email untuk dikirim sebelum tidur, atau Anda harus menuntaskan tahap terakhir Permen Permen sebelum Anda beristirahat?
Cahaya yang dipancarkan dari telepon Anda atau komputer Anda disebut 'lampu biru' dan berbahaya di malam hari. Mari kita lihat mengapa.

Rhythm Circadian Normal Anda
Selama jutaan tahun, matahari telah menjadi sumber cahaya utama bagi semua makhluk di bumi, termasuk manusia.

Sangat jarang kita membutuhkan sumber cahaya buatan di siang hari, kecuali kita berada di ruang tertutup yang tidak mempunyai jendela. Sementara siang hari sangat anggun untuk cahaya, malam ialah kisah yang berbeda. Berapa banyak dari Anda yang sanggup mengingat ketika ketika kami tidak mempunyai ponsel, gadget elektronik canggih atau bola lampu irit energi (lampu neon kompak, atau CFL), dan bergantung pada lampu tabung bau tanah yang anggun atau bola lampu tegangan rendah untuk menerangi rumah kami?

Tubuh kita mempunyai jam internal yang membuatnya aktif di siang hari dan mengantuk di malam hari. Ritme sirkadian ini bertanggung jawab untuk menciptakan kita waspada dan penuh perhatian, dan sangat bergantung pada cahaya eksternal. Panjang rata-rata satu ritme sirkadian ialah 24 dan seperempat jam (24 jam dan 15 menit). Hal ini bervariasi pada orang yang mempunyai larut malam atau mereka yang bekerja shift malam.

Ritme sirkadian kita bergantung pada pelepasan melatonin, hormon yang dilepaskan di otak yang membantu kita tidur. Di siang hari, kadar hormonnya sangat rendah, sedangkan pada malam hari mereka tinggi dan membantu Anda tertidur. Namun, jikalau Anda terpapar cahaya berjam-jam di malam hari dengan menatap telepon atau komputer Anda atau bahkan ketika tidur dengan lampu menyala, tingkat melatonin Anda akan tetap rendah. Ini sanggup mengubah ritme sirkadian Anda, membingungkan otak Anda dan menciptakan Anda terjaga lebih lama.

Salahkan biru
Ada aneka macam panjang gelombang cahaya yang dipancarkan dari gadget elektronik dan lampu irit energi. Namun, cahaya biru nampaknya paling terkenal. Menariknya, CFL mengandung sekitar 25% cahaya biru berbahaya dan LED mengandung sekitar 35% cahaya biru berbahaya.
Dalam satu percobaan yang dilakukan di Harvard University, ditemukan bahwa paparan sinar biru selama 6,5 ​​jam menekan pelepasan melatonin selama dua kali lebih usang dengan durasi yang sama untuk lampu hijau. Ini juga menggeser ritme sirkadian sampai 3 jam. Dalam eksperimen lain yang dilakukan di Toronto, orang-orang yang terpapar cahaya terperinci namun menggunakan kacamata biru menghalangi tingkat melatonin yang sama dibandingkan dengan mereka yang berada di ruangan yang remang-remang.
Studi lain yang melihat remaja menggunakan ponsel atau gadget mereka di malam hari menemukan bahwa hanya satu jam paparan sinar biru mengurangi tingkat melatonin sebesar 23%. Dalam dua jam, itu berkurang menjadi 38%.
Demikian pula, lampu merah sepertinya hampir tidak besar lengan berkuasa pada ritme sirkadian dibandingkan dengan cahaya biru. Beberapa orang bahkan menyarankan menggunakan lampu merah gelap sebagai lampu tidur sebab tidak akan mengganggu teladan tidur.

Efek Berbahaya Dari Cahaya Biru
Kaprikornus imbas apakah cahaya biru benar-benar ada pada tubuh? Sayangnya, ini bukan hanya wacana hal itu yang mempengaruhi tidur seseorang. Paparan sinar biru yang berlebihan kini dikaitkan dengan kenaikan berat badan, penyakit jantung, depresi dan bahkan beberapa bentuk kanker.

Melatonin mempunyai sifat anti-kanker, dan tingkat rendahnya di malam hari sanggup meningkatkan risiko kanker. Dalam sebuah penelitian, perempuan yang bekerja shift malam mempunyai tingkat melatonin yang rendah dan risiko 50-7% lebih rendah terkena kanker payudara seumur hidup mereka.

Orang yang terpapar sinar biru di malam hari mempunyai tingkat produksi insulin yang lebih rendah. Ini berarti bahwa setiap kudapan yang dimakan ketika begadang tidak dipecah menjadi glukosa dan dipakai oleh tubuh. Sebaliknya, mereka diubah menjadi lemak dan meningkatkan berat badan. Tidak hanya itu, kadar insulin yang rendah berarti diabetes sanggup menjadi komplikasi paparan sinar biru.

Tapi bukan hanya orang cukup umur yang terkena dampaknya. Anak-anak sepertinya sangat terpengaruh oleh cahaya biru juga. Anak-anak dan bayi yang menatap kartun favorit mereka di ponsel Anda terkena sinar biru yang besar. Hal ini sanggup menembus mata, merusak belahan belakang mata yaitu retina. Ini mengarah pada suatu kondisi yang disebut degenerasi makula, yang merupakan penyebab utama kebutaan pada kehidupan orang dewasa. Ini juga sanggup mempercepat perkembangan katarak.

Mencegah Kerusakan
Lalu apa yang sanggup Anda lakukan untuk mencegah imbas jelek sinar biru terhadap kesehatan Anda? Beberapa langkah sederhana sudah cukup. Pastikan Anda menghabiskan banyak waktu di siang hari normal. Anda sanggup menggeser meja kerja Anda di akrab jendela. Hindari menggunakan telepon atau laptop Anda setidaknya selama 3 jam sebelum tidur. Ini akan memungkinkan otak Anda untuk meningkatkan tingkat melatonin, dan ini akan membantu Anda tertidur lebih cepat.

Saat ini, aplikasi tersedia untuk telepon yang menyaring cahaya biru dan hanya memancarkan sinar yang kurang berbahaya.

Lakukan yang terbaik untuk mengekspos diri Anda pada banyak cahaya terperinci di siang hari. Cahaya alami ialah jenis terbaik untuk Anda. Pada selesai pekan, cobalah dan hindari menjadi sofa kentang dan pergilah keluar rumah bersama keluarga.


Jika Anda harus menggunakan lampu tidur, gunakan yang berwarna merah daripada yang biru. Lampu merah mempunyai imbas paling sedikit pada melatonin dan tidak mempengaruhi ritme sirkadian. Hindari penggunaan lampu LED terlalu sering.

Sumber https://twentysixfa26.blogspot.com

Bad Bad Blue Light Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Admin

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts